| karena kedua kalimat ini selalu digandeng, tidak heran orang malah jadi keliru akan maknanya. |
3 Jul 2016
23 Apr 2016
Kenapa Kamu Terus Berbuat Baik?
dibenci manusia tidak mesti menjadikan kita penduduk neraka.
tapi, kalau dibenci Tuhan, siapa yang bisa menjamin kita surga?
ternyata, sebagian waktunya habis digunakan untuk mengajari junior-juniornya untuk mengejar ketertinggalan pelajaran di kampus, saya salah satunya. kemudian dia gunakan sisa malamnya untuk belajar bagi dirinya sendiri.
itu lebih baik, daripada kita berhenti berbuat kebaikan untuk menyenangkan sebagian orang, tapi Tuhan malah benci karena manfaat kita tidak mengalir lagi.
tapi, kalau dibenci Tuhan, siapa yang bisa menjamin kita surga?"
terakhir dia menelepon saya, sekitar 2 tahun lalu, dan dia sudah berdomisili di Arab Saudi.
tapi percakapan itu akan terus menginspirasi, tentang kenapa kita harus TERUS berbuat baik.
8 Apr 2016
Cahaya Matahari, Bulan, dan Al-Quran
وجعل القمر فيهن نورا وجعل الشمس سراجا
Ketika berjalan pulang, saya teringat terus pada ayat tersebut. sebab, ayat tersebut menunjukkan sebuah sains pada kita: bahwa bulan tidak memiliki cahaya tersendiri.
***
Cahaya Matahari dan Bulan
matahari memancarkan sinar cahayanya sendiri, sedangkan sinar pada bulan merupakan pantulan dari cahaya matahari. kebetulan, umumnya kita pada saat pendidikan dasar itu, tidak terlalu kritis ya menanyakan sumber dan dasar ilmiahnya. :D
namun, teori tentang bulan yang memantulkan cahaya matahari ternyata sudah berlangsung sejak lama. di antaranya oleh filsuf Yunani kuno. Teori itu pun ditentang, bahkan filsuf tersebut dipenjarakan. Sebab, belum ada penelitian empiris yang mampu membuktikannya.
(lihat http://www-history.mcs.st-andrews.ac.uk/Biographies/Anaxagoras.html; pada baris ke-9).
Tafsir Kata pada Ayat tersebut
dalam terjemahan Inggris versi Sahih International, diartikan "and made the moon reflected light and made the sun the burning lamp"
Allah memilih kata "siraj" untuk sifat matahari. Dalam A Dictionary of Modern Written Arabic oleh Hans Wehr, kata tersebut berarti lamp, light.
(lihat https://archive.org/stream/Dict_Wehr.pdf/Wehr#page/n423/mode/2up).
Sedangkan kata "nuur" untuk bulan, berdasarkan kamus yang sama, berarti light, ray of light, brightness, gleam, glow. (lihat kamus di atas pada halaman digital 1026).
Konklusi
Saya hanya melakukan penelaahan secara literal, bahwa pemilihan kata dalam ayat tersebut menjelaskan kondisi fenomena alam yang kemudian terbukti absah secara empiris dalam sains modern.
bahkan dipertegas oleh ayat lain, di antaranya dalam Yunus 10:5 (yang artinya): "Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya".
Semoga menambah keimanan kita, bahwa Maha Benar Allah, dengan segala firman-Nya.
wallahu a'lam.
incefurqan.
1 Apr 2016
Panggillah Aku dengan Sebutan yang Baik
Karena pertemanan yang abadi, hanyalah pertemanan di sana.
12 Feb 2016
Al-Quran dan Puber Kedua
Mid-Life Crisis
'Gejala' Midlife Crisis
- mencari impian atau tujuan yang belum tercapai
- penyesalan pada tujuan yang tidak tercapai
- hasrat untuk menjadi muda kembali (di dunia barat, kecenderungan untuk operasi plastik lebih tinggi pada saat usia paruh baya, baik pada wanita, dan bahkan pria!)
- ingin menghabiskan waktu sendiri, atau dengan peer.
- rasa khawatir (khawatir akan kematian, sakit, tidak menarik lagi, tidak berguna lagi, dsb.)
- kecenderungan membeli barang yang mahal dan tidak biasa
- meningkatnya perhatian pada penampilan (menutupi kebotakan, mencat rambut beruban, atau menggunakan pakaian yang lebih terlihat muda, dsb.)
- menjalin relationship baru, terutama dengan yang lebih muda (passionate dan intimate relationship)
Al-Quran dan Midlife Crisis
1. Bersyukur
dibanding merisaukan apa yang belum kita perolehi, kita lebih baik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan. rasa syukur ini bisa mengatasi penyesalan yang terjadi ketika midlife crisis.
2. Berbuat kebaikan
berbuat baik memang tidak hanya diperintahkan ketika berusia paruh baya saja. tapi, ayat ini memberikan penekanan terhadap behave ini ketika usia 40 tahun: perbuatan baik ditingkatkan, agar terhindar dari perbuatan buruk yang umum terjadi ketika midlife crisis.
selain itu, perbuatan baik juga menghapus dosa perbuatan buruk, sebagaimana dijelaskan dalam surat Huud ayat 114, dan juga dalam hadist yang artinya "iringilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, maka kebaikan itu akan menghapus keburukanmu" (HR. Tirmidzi No. 1978). mungkin ya, karena saat puber kedua itu rawan melakukan dosa, sehingga dianjurkan beramal saleh lebih banyak, supaya dosa tersebut terhapus".
3. Memohon kebaikan pada anak-cucu, untuk kebaikan diri sendiri (Care)
Teori Erik Erikson menjelaskan bahwa pada tahap ketujuh, yaitu usia antara 35-55 tahun, individu mengalami fase perkembangan generativitas vs stagnasi/mandeg. Generativitas adalah perluasan cinta ke masa depan. Sifat ini adalah kepedulian terhadap generasi yang akan datang. Generativitas dapat dicerminkan dengan sikap peduli terhadap orang lain.
Jika individu gagal dalam fase ini, maka akan ditimpa rasa stagnasi (tidak peduli), bosan, dan 'miskin' interpersonal. penggambaran Erikson tentang kesulitan-kesulitan emosional tersebut, mirip dengan deskripsi Carl Jung tentang midlife crisis.
7 Dec 2015
Jangan Merasa Pintar
Beberapa hari yang lalu (29/10) , web-blog milik The British Psychological Society (BPS) mempublish sebuah review tentang hasil penelitian terbaru. Judulnya unik "feeling like you're an expert can make you closed-minded", atau kira terjemahannya "merasa ahli membuatmu menjadi orang dengan pemikiran tertutup".
Judul asli penelitian tersebut:
Ottati, V., Price, E., Wilson, C., & Sumaktoyo, N. (2015). When self-perceptions of expertise increase closed-minded cognition: The earned dogmatism effect Journal of Experimental Social Psychology, 61, 131-138
Sent from Mail for Windows 10
17 Jan 2015
Belajar Quran, dengan Sanad hingga Rasulullah

14 Jan 2015
Dosa itu Buruk, tapi....
![]() | ||
| Dosa, adalah syarat merasa berdosa. Dan merasa berdosa adalah syarat menitisnya air mata taubat |
Dosa itu memang sesuatu yang buruk. Tp tak ada manusia yg terlepas darinya.
31 Dec 2014
Menjaga Hidayah

Hikmah:
Orang-orang yang kembali kepada kejahilan, kesesatan, padahal mereka telah mendapatkan dan merasakan petunjuk sebelumnya, jika mereka mengikuti hawa nafsunya maka akan terjerumus lah ia dalam angan-angan, dan menjadi semakin mudah untuk membuat dosa.
Apa tujuan dari fenomena tersebut? Dijelaskan dalam surat yang sama, "dan sungguh Kami akan menguji kamu, sehingga kami mengetahui orang-orang yang benar mujahadah dan bersabar diantara kalian; dan akan kami uji perihal kamu" (47: 31)
Bahwa, Allah ingin menguji siapa diantara manusia, yang bersungguh dan bersabar atas hidayah yang dipegangnya, dan tidak kembali kebelakang mengikuti rayuan syaitan.
Oleh itulah, kita diajarkan do'a, "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau condong kan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakan kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi" (3:8)
Tuhan, bantulah kami hamba yang lemah ini.
Wallahu a'lam
18 Dec 2014
Hakikat Dakwah

hikmah dari ayat tersebut:
29 Oct 2014
Ujian Perpisahan (Hikmah Aidil Adha)

Pertemuan, dan kebersamaan, memang lbh baik dibanding perpisahan.
Tapi, sejarah membuktikan, bahwa Tuhan pun pernah "memisahkan" Ibrahim dari istri dan anaknya di lembah tandus Makkah, Musa yg masih bayi juga harus terpisah dari ibunya. Juga Yunus dari kaumnya, dan pernah Yusuf dipisahkan dr ayahnya yg sangat mencintainya, yaitu Yaqub, walau hanya sementara waktu. Nuh dgn anaknya, Adam dgn istrinya, Lut juga dgn istrinya.
Dan bahkan Muhammad, harus berpisah dari kampung halaman yang dicintainya.
Perpisahan memang terkesan buruk di mata kita manusia yang bersosial. Tapi ingat, Tuhan telah menjelaskan dalam Quran, bahwa bisa jadi apa yang kita benci dan anggap buruk, ternyata itu adalah suatu kebaikan bagi kita (2:216).
Moment Idul Adha, mengajarkan kita arti ketulusan. Dan segala sesuatu tidak akan terasa berat, jika ada ketulusan di dalam hati-hati kita.
Tanamkan ketulusan, suburkan ketabahan. Salam Raya.
29 Aug 2014
Kejahatan Kemanusiaan
Sekira tahun 2004, saya aktif di sebuah Yayasan yang bergerak di kemanusiaan sosial. Otomatis pembicaraan keseharian kita biasanya tidak jauh seputaran filantropi dan humanity. Hingga pun kita membahas seputar kejahatan kemanusiaan.
Tidak ada keraguan, bahwa banyak sekali kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang kita lihat di berita TV atau media lainnya. Namun, sering kita tidak sadari, ada satu hal kejahatan yang terlewat dari pemikiran kita sebagai "homo religius" atau manusia yang berketuhanan: kejahatan berupa menjerumuskan dan menjauhkan manusia jauh dari petunjuk agamanya.
Kejahatan ini, secara nyata akan memiliki efek yang sangat berkepanjangan, yaitu efek dunia dan akhirat. Seseorang yang jauh dari agama, hidupnya di dunia tidak akan berkah, dan di akhirat pun dia akan merana. Dan kehidupan akhirat itu abadi berlaku selama-lamanya.
Kepedulian terhadap kejahatan ini, seharusnya memang membawa kita kepada satu muara: mengajak orang lain kepada kebaikan. Kepedulian ini, ternyata tidak hanya kewajiban kita sebagai "homo religius" tadi, melainkan juga sebagai "homo socius", yaitu manusia yang bersosial, zoon politicon, yang saling memerlukan satu dengan lainnya. Ya, kita saling memerlukan orang lain dalam rangka saling menasihati dan saling mengingatkan.
Dijelaskan dalam sebuah ayat al-Quran (3:110), "Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan utk kalangan manusia, (yaitu yang) mengajak kepada kebaikan, mencegah daripada kemungkaran, dan beriman kepada Allah"
Jadi, mulailah kita peduli terhadap nasib kemanusiaan di sekitar kita. Memberi hidayah memang bukan tugas kita, itu adalah hak Allah semata. Tapi, tidak perlu ragu dan malu untuk selalu mengajak kepada kebaikan. Sebab, jika kita mengacuhkan hal ini, khawatirnya, kita justru terjebak tanpa sadar dalam sebuah kejahatan kemanusiaan.
10 Jul 2014
Balasan KaltimPost Mengenai "Keliru Pemberitaan Kaltim Post Soal Al-Aqsa"
RA, Penulis
(nama sengaja saya samarkan - Furqan)
16 Jun 2014
Adaptasi, Evolusi, dan Hakikat Penciptaan Tuhan

21 May 2014
Keliru Pemberitaan Kaltim Post soal Aqsa
Membaca Kaltim Post tanggal 19 Mei 2014, halaman 25, di pojok kanan bawah tentang liputan perjalanan ke Palestine, memberikan saya wawasan informatif. Namun juga menghiris hati saya. karena ternyata di kolom itu, ada pemberitaan yang berpotensi menyesatkan.
dalam kolom tersebut, nampak Masjid Kubah Kuning (Dome of The Rock / قبة الصخرة ) yang disebut sebagai Aqsa.
hal ini keliru besar. dan hal ini sudah saya tweet dengan menyematkan mention terhadap @RedaksiKP. namun hingga 24 jam tweet dikirim, belum ada respon klarifikasi dari admin @redaksiKP.
maka saya mencoba melanjutkan perjuangan meluruskan pemahaman ummat dari pemberitaan "korban-korban" konspirasi melalui email ini. saya katakan bahwa KP hanya merupakan salah satu dari jutaan ummat muslim yang menjadi korban konspirasi mengenai distorsi pencitraan Aqsa.

dari gambar tersebut, nampak posisi Aqsa dan Dome of The Rock (DOR). gambar tersebut saya perolah dari NGO "AmanPalestin" yang berpusat di Malaysia, dalam kunjungannya ke Jakarta pada tahun 2004 dalam rangka meluruskan pemahaman ummat islam mengenai "the Real Aqsa". DOR dibangun pada masa Umayyah, yang artinya tidak mungkin itu merupakan Aqsa. sebab Rasulullah pernah melakukan mi'raj dari Aqsa. sedangkan DOR dibangun jauh setelah Rasulullah Wafat.
28 Jan 2014
Logika Ketuhanan

Semakin kita takut kepadaNya, justru semakin kita lari mendekatiNya.
Inilah salah satu dari tanda-tanda keagunganNya.
Maka renungilah diri kita. Jika kita mulai tidak takut akan laranganNya, itu pertanda kita mulai terseret menjauh dariNya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
23 Jan 2014
Kemarahan

"Jika kamu ingin berteman dengan seseorang maka buatlah agar ia marah maka jika kamu lihat keadaannya sesuai dengan syari'at maka bertemanlah dengannya."
Situasi saat ini sangat mengerikan sebab jika kamu membuatnya marah maka ia akan menjadi musuhmu saat itu juga. Adapun penyebab hilangnya persahabatan yang murni adalah kecintaan terhadap dunia yang menguasai hati. Sedangkan Salafus Shalih, perhatian mereka senantiasa hanya tertuju kepada akhirat maka mereka pun memurnikan niat dalam mencari saudara dan mereka bergaul dengan sesamanya karena agama bukan karena dunia. Maka jika kamu lihat berkaitan dengan masalah agama maka ujilah ketika ia marah.
(Adabus Syari'ah 3/581)
3 Jan 2014
HaikuPoem: Satu Senyuman, Beribu Makna

29 Oct 2013
Jangan Tunggu Musibah!

Sang mandor pun menjatuhkan uang Rp. 1.000 yg jatuh tepat disebelah si pekerja.
Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb, tersenyum & melanjutkan pekerjaannya.
Sang mandor mengulanginya lagi dengan melemparkan Rp 100rb & berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang 100rb & kembali asyik bekerja.
Hingga akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas & dapat berkomunikasi dengan sang mandor...
----
Mari introspeksi diri...
Sering kita dapatkan rezeki dan nikmat dari Allah, tapi kita kerap tidak menoleh kepadaNya. Malah kita lebih mudah mengatakan bahwa itu keberuntungan...
Jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang biasa kita sebut dengan musibah dari Allah, supaya kita mau menoleh kepadaNya.
Jangan tunggu musibah datang, baru kita mau mengadu padaNya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
1 Apr 2013
Manusia dan User Guide (1)

Saya yakin bahwa manusia diciptakan dengan sebuah design yang tertentu. Ibaratnya sebuah komputer, manusia diciptakan dengan hardware dan software tertentu, yang bisa diupgrade, dan bisa didowngrade, tergantung dari individu itu sendiri. Jika dia rajin berusaha untuk mengembangkan potensi yang ada, maka 'komputer' canggih ini akan menjadi unggul dibanding yang lainnya. Tetapi jika hanya digunakan untuk hal-hal yg tidak produktif: game, lagu, film, dsb, walaupun specnya tinggi, orang tetap melihatya denan sebelah mata, karwena tidak ada produktivitasnya.
Lalu, sebuah produk yang diciptakan, tentu memiliki aturan-aturan penggunaan, yang biasanya ditentukan okeh pencipta produk tersebut. Begitu pun manusia. Saya memandang bahwa manusia juga memiliki aturan-aturan yang ditentukan oleh Pencipta kita, sehingga manusia itu betul-betul layak dikatakan manusia, karena sesuai dengan grand design-nya. Hal itu lebih sering kita sebut dengan fitrah manusiawi.
Ketika manusia melanggar aturan-aturan tersebut, maka dia akan dikatakan 'tidak manusiawi', atau 'melanggar fitrah'. Karena telah melenceng dari design-nya sebagai manusia.
Lalu, bagaimana caranya kita tahu aturan-aturan fitrah manusiawi tersebut? Tentu melalui user guide yang ada. Dan sebagai seorang muslim, saya meyakini bahwa Al-Quran adalah user guide bagi manusia.
Sebab Al-Quran tidaklah diturunkan kecuali karena adanya penciptaan manusia dan jin, sebagai petunjuk bagi kedua bangsa tersebut, agar mereka tidak menyalahi fitrahnya.
Al-Quran adalah user guide bagi seorang muslim. Ikutilah user guide tersebut, agar kita sesuai dengan tujuan penciptaan kita. Ikuti iser guide tersebut, agar kita jadi manusia seutuhnya, agar kita bisa memanusiakan manusia.





.png)