17 Jun 2026

Merawat Kebebasan

Mencintai adalah tentang merawat kebebasan, bukan memaksakan ego kepemilikan.

Sama halnya dengan bunga: jika kita mencintainya, kita tidak akan memetiknya. Sebab, memetiknya hanya akan membuatnya layu, mati, dan kehilangan keindahannya.


Mencintai yang tulus adalah menjaga sesuatu tumbuh indah di atas fitrah dan garis takdir yang Tuhan ridhoi, bukan memaksakan kehendak kita.

"Cinta tidak memiliki apa pun, dan tidak ingin dimiliki oleh siapa pun. Karena cinta telah cukup bagi cinta itu sendiri." — Kahlil Gibran

11 Mar 2016

Pemimpin Sejati

Pemimpin Sejati

Pemimpin sejati itu,
Dia berakhlaq mulia
Sehingga pengikutnya hormat,
Bukan takut kepadanya

Dia menanam cinta,
Hingga menuainya dengan kesetiaan
Bukan menanam benci
Dan memanen ‎permusuhan

Dia menunjukkan kepada jalan kebaikan
Bukan memberi contoh keburukan dan kejelekan

Menjadi pemimpin tidaklah dilarang,
Tapi ingat, bahwa pemimpin akan ‎diminta tanggung jawabnya oleh Tuhan

Jadilah pemimpin sejati

8 Aug 2015

Seikhlas Matahari

Seikhlas Matahari


Hari panas. Manusia beraktivitas dibawah terik. Sebagian mereka mengeluh kepanasan. Sebagian mereka mengutuk matahari.

Tapi matahari tidak bergeming. Dia tetap bersinar, karena itu penting untuk kehidupan di bumi. Panas terik matahari bisa jadi "kelemahan" dia, tapi bumi bisa membeku kalau tidak ada matahari. Matahari memberikan cahaya kehidupan kepada manusia, walaupun sebagian mereka mereka mengutuknya. Sebab, matahari tidak mendengar. Matahari tidak patah semangat dalam mencerahkan. 

***
Bisakah kita menjadi seperti matahari,
Yang tetap menghangatkan bumi, tetap memberi kehidupan kepada mereka yang mencerca dan memusuhinya?
‎Yang selalu  setia menerangi manusia, hingga bahkan bulan menumpang sinarnya ketika dia tidak ada?

Berdoa pada Tuhan, tidak mendengar omongan negatif, dan mengembalikan haluan hidup kita kepada hakikat diciptakannya kita sebagai makhluk Tuhan, adalah kunci untuk menjadi lebih ikhlas, seikhlas matahari.

23 Jun 2015

Path: Wasiat

Path: Wasiat
Path
Ince Ahd Furqan wants to share a moment with you.
icon
Saya berwasiat, 

Kalau saya mati nanti, jangan sampai acara perhelatan kematian menghalangi jalan umum. Juga, iring-iringan tidak perlu ngebut dan menerobos traffic light. 

Secepat apapun rombongan mobil jenazah, tidak akan menghidupkan apa yang telah mati, tidak akan mengembalikan apa yang terjadi, dan tidak akan meringankan siksa kubur si mayat. 

Kematian saya, jangan menjadi alasan untuk mematikan hak-hak orang lain dalam menggunakan jalan. 

***

Jika saya, atau anak-anak saya menikah nanti, jangan sampai menutup jalanan umum. Akses jalan yang kita tutup untuk kepentingan acara, tidak akan pernah menjamin kebahagiaan pernikahan. 

Pernikahan adalah bagian dari kebahagiaan. Tapi janganlah kebahagiaan itu menodai kebahagiaan orang lain dalam memperoleh haknya.

Karena kemanusiaan mengajarkan kita arti hakikat kehidupan sebenarnya.
Check it Out
Join Path to see more of Ince's moments and share your own.

12 May 2015

11 May 2015

13 Apr 2015

4 Apr 2015

Iqra

Iqra


"Untuk bisa menulis, kita harus banyak membaca"

Jika pun seluruh waktu yang ada digunakan untuk membaca, itu belum cukup menyelami ilmu yang sangat luas. Bahkan semakin membaca, terasa makin bodoh, karena makin banyak hal yang ternyata tidak kita ketahui.

Apa lagi jika kita meluangkan waktu yang sangat sedikit?

Tuhan, kurniakanlah aku kemampuan, agar rajin menjalankan wahyu pertamaMu... amin...


28 Mar 2015

Menantang Tuhan


Jika belum mampu mengagungkan Tuhan dengan banyak beribadah kepadaNya,
jangan malah menantangNya dengan kebanggaan melakukan laranganNya...

jika tidak bisa menjemput cinta, apakah harus mengundang murka?

21 Mar 2015

4 Feb 2015

Misteri Diriku

Misteri Diriku
Terkadang, kita harus menjadi misteri, bahkan kepada diri sendiri.
Sebab, aku tahu apa yang kuinginkan, tp Tuhan lebih tahu apa yang kubutuhkan.

Jiwa itu bukan sedang bermain politik. Hanya, logika kita tidak bergerak dgn cara Ketuhanan.

Pasrahku abadi untukMu, Tuhan...

‎
Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10

3 Feb 2015

Aibku, Tuhan...

Aibku, Tuhan...
Ketika orang kagum dan mencintaiku, itu hanyalah karena Tuhan menutupi aib-aibku.

Tuhan sudah begitu baiknya, tapi apa yang sudah kupersembahkan?

Sembah syukur dan munajat ampunan ku, tidak akan mampu membalas segala nikmatMu, Tuhan....

17 Jan 2015

Belajar Quran, dengan Sanad hingga Rasulullah

Belajar Quran, dengan Sanad hingga Rasulullah
Menjadi impian sejak hijrah diri bertahun-tahun lalu. 
Hingga kemudian lelah bermimpi, dan letih hingga berhenti mencari.
Serta futur yang selalu membayangi.

Tapi akhirnya Tuhan hadiahkan, dan menjawab semua lelah penantian.

Allah pertemukan dengan seseorang yang memiliki sanad bacaan alquran hingga ke Rasulullah, dan mau mengajari kami.

Sedih, sebab ternyata bacaan kita msih banyak keliru.

Terharu, sebab ini artinya kita dibimbing dgn terhubung hingga ke Rasulullah.

Bahagia, karena Tuhan hadiahkan ini semua di ujung penantian.

"Maka nikmat yang mana kah dari TuhanMu, yang kamu dustakan?"

27 Dec 2014

19 Dec 2014

18 Dec 2014

Orang Pemaaf

Orang Pemaaf
Janganlah kita memanfaatkan orang yang pemaaf
Biarpun dia memaafkan, kita telah bersalah karena pernah menghiris hatinya

Berterimakasihlah padanya
karena dengan kemaafannya,
dosa kita tidak berlipat di hadapan Tuhan


17 Dec 2014

Ikhlas Itu...

Ikhlas Itu...
Ikhlas itu... ketika nasehat, kritik, dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu, dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu... ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu... ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding

Ikhlas itu... ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

Ikhlas itu... ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah

Ikhlas itu... ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu, dibanding apa posisimu; apa peranmu, dibanding apa kedudukanmu; apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu... ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu... ketika posisimu di atas, tak membuat mu jumawa dan angkuh; ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu... ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu...ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya; ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu... ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

Ikhlas itu... gampang diucapkan, sulit diterapkan. namun tidak mustahil untuk dilakukan.

Ikhlas itu... seperti surat Al-Ikhlas, tak ada kata 'ikhlas' di dalamnya....

12 Dec 2014

2 Dec 2014

Itu Bukan Cinta

Itu Bukan Cinta
Jika sesuatu rasa di hati itu menjauhkanmu dari Tuhan, itu bukanlah cinta.

Sebab, cinta yang datang dari Tuhan hakikatnya adalah bersih suci. Dan seharusnya membawa kita bersegera mendekat kepadaNya.

Tapi sayang, banyak manusia yang malah menodai kesucian cinta. Bahkan perilaku-perilakunya, malah mengundang kemurkaan Tuhan, bukanlah hal-hal yang mampu mengundang kecintaanNya.

Memiliki rasa cinta bukanlah dosa dan tidaklah terlarang. Namun, semua harus dalam koridor kecintaan kita kepada Sang Pemilik Cinta.

Jika tidak mendamaikan, itu bukan cinta yang hakiki... Itu adalah nafsu.

---
"...tetapi Allah menjadikan "cinta" di dalam dirimu thd keimanan, dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu..." (49:7)

‎
Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan XL.

31 Aug 2014

Maaf, dan Terima Kasih dalam Kemanusiaan

Maaf, dan Terima Kasih dalam Kemanusiaan
Kemanusiaan mengajarkan kita konsep maaf dan terimakasih. Meminta maaf, tdk akan mengecilkan pribadi kita, justru membesarkan jiwa.
Berterima kasih tidak akan mengerdilkan sosok kita, tp justru mengagungkan nilai kasih dalam sosial kita.

Maaf dan terrima kasih, diajarkan dalam kemanusiaan agar kita betul-betul jadi manusia. Sayangnya, ego kita menghadang dan menghiasnya seakan hal itu tabu dan merendahkan.
Ingat, ingin jadi manusia, maka suburkanlah kemaafan, meriahkanlah terima kasih.

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan XL.